Jumat, 04 Juli 2014

Berbagi kegelisahan di Bulan Ramadhan ini.
Hari kelima di bulan suci ini. kesabaran ku bagai di kikis habis. Puasa ku bagai di ganyang dari berbagai penjuru oleh berbagai pihak. Kesabaran yang terkikis habis membuat ku sadar posisiku yang lemah sebagai manusia. makhluk hina yang hanya mampu menerima tanpa mampu membalas. aku bukan orang mulia yang memaafkan orang dengan begitu mudahnya. hatiku adalah segumpal darah yang penuh kekurangan. bukan yang terbuat dari marmer terbaik dunia. Ketika kebaikan datang maka kebahagian akan menyusul. Namun apabila keburukan yang ada maka yang muncul adalah kepahitan.

sekelumit kisah siang ini. yang mengiris-ngiris hati. yang menguji kesabaran dan yang menggoyah keimanan. ketika kita peringatkan dengan hal-hal kecil namun intim terhadap apa yang coba kita hindari. marahkah..... namun diri tak pernah layak untuk meninggikan suara. karena memang diluar batas kemampuan. mungkin masih banyak yang diri harus perbaiki, sehingga diri di sadarkan dengan hal tersebut.

bukan sesuatu yang tidak dapat ditanggung. namun hanya memang menggelisahkan dan menguji kesabaran. tak ada tempat untuk membagi tanpa harus terdengar menghakimi. namun hidup adalah hidangan semua khayak bukan. jadi bukan salah hamba ketika tak lagi mampu menganggungnya. 

tragedi bukan diri mau untuk datang dan hadapi. diri hanya makhluk pengecut yang mencoba mencari pembenaran dengan diam. yang dijalani tidak lebih dari curahan hati dan walaupun mengecewakan hidup terus berjalan. interaksi hanya ketika di butuhkan. bukannya lebih baik diam di sudut dari pada peserta.